โTidak semua dari kita bisa melakukan hal-hal besar, tetapi kita bisa melakukan hal-hal kecil dengan cinta yang besarโ. Merupakan kutipan kalimat motivasi yang diungkapkan oleh seorang Biarawati terkenal yaitu Ibu Theresa. Melalui kutipan tersebut, kita diajak untuk menyadari bahwa menjadi seseorang yang baik tidak perlu menunggu bisa melakukan hal yang besar terlebih dahulu, melainkan dimulai dari hal kecil yang dilakukan dengan setia dan cinta yang besar (ketulusan).
Ajakan tersebut rasanya senada dengan Pengajaran Tuhan Yesus dalam bacaan hari ini tentang Kerajaan Sorga. Menurut penulis injil Matius, dapat dipatikan bahwa berbicara soal Kerajaan Sorga bukan tentang kerajaan nanti setelah kematian, melainkan kini dan di sini. Artinya, kerajaan Sorga merupakan suatu keadaan atau tatanan kehidupan dimana seluruh umat menjalani hidup dalam sikap ketundukan dan ketaatan kepada Allah, di situlah Allah menjadi raja atas kehidupan di dunia ini.
Guna menjelaskan hal tersebut, Tuhan Yesus menggunakan beberapa perumpamaan, termasuk seperti yang disampaikan dalam bacaan hari ini. Pada setiap perumpamaan, menunjukan suatu nilai tertentu yang mesti dilakukan umat sebagai upaya mewujudkan kerajaan Sorga kini dan di sini. Pertama, perumpamaan tentang Biji Sesawi. Dalam konteks Palestina abad pertama, Biji sesawi tidak sama dengan sesawi sayuran pada masa kini. Biji Sesawi ini merupakan tanaman yang berbatang. Ia merupakan biji yang cukup kecil (sekitar 1-2 mm) namun bisa bertumbuh hingga 3-4 meter. Ketika sesawi ini setia bertumbuh dari biji hingga menjadi pohon setinggi itu, kehadirannya dapat menjadi berkat bagi ciptaan yang lain (tempat bernaung para burung). Dari sini kita belajar bahwa untuk mewujudkan Kerajaan Sorga kini dan di sini merupakan sebuah proses yang membutuhkan kesetiaan bertumbuh. Tindakan kebaikan yang tidak cukup hanya dilakukan sekali tempo saja, melainkan senantiasa dilakukan dengan setia.
Kedua, perumpamaan tentang ragi. Dalam konteks palestinya abad pertama, umumnya ragi senantiasa digunakan untuk menjelaskan sesuatu yang buruk (mengingat ragi digunakan untuk membantu proses pembusukan/fermentasi). Namun menarik dalam bacaan hari ini karena ragi justru digunakan untuk menjelaskan tentang Kerajaan Sorga. Dijelaskan bahwa ragi itu walau sedikit dapat mengkhamirkan tiga sukat (takaran pada jaman alkitab sekitar 30kg) tepung terigu hingga khamir seluruhnya. Betapa hal yang sangat kecil namun bisa memberi dampak yang sangat besar. Kita belajar bahwa dalam mewujudkan kerajaan Sorga kini dan di sini adalah bukan soal seberapa besar tindakan yang kita lakukan, melainkan seberapa mau kita berkorban melakukan tindakan yang memberi dampak (memberkati) orang lain.
Saudara yang terkasih, marilah kita berjuang mewujudkan hal di atas melalui tindakan-tindakan kebaikan kecil dengan setia dan cinta yang besar. Yaitu tindakan-tindakan kepedulian, perhatian dan kebaikan yang senantiasa diwujudkan dalam kesetiaan. Melalui hal-hal itulah niscaya kerajaan Sorga akan benar-benar terwujud kini dan di sini. Amin.
๐
Mari Berdoa
Tuhan, terima kasih atas firman-Mu yang menjadi pelita bagi langkah kami.
Bantulah kami untuk menerapkan kebenaran ini dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa. Amin.
๐ข Bagikan Renungan Ini