Renungan Harian

DARI BUTA MENJADI MELIHAT

📖
Yohanes 9:1-11
— Firman Tuhan
15 Mar 2026
Masa Paskah 2026 ini mengundang gereja-gereja yang di dalamnya setiap warga gereja untuk menghayati Paskah Ekologis. Hal ini di dasari akan adanya krisis ekologi, lingkungan atau alam yang kurang mendukung kehidupan manusia makin sejahtera. Oleh karena itu setiap warga gereja di panggil untuk mau berperan aktif dalam pemulihan semua ciptaan, khususnya alam sebagai rumah bersama. Umat diajak untuk menjaga, merawat alam ini untuk kelangsungan generasi berikutnya. Sejalan dengan Masa Paskah 2026 perlu ada perubahan besar dalam hati dan tindakan umat manusia untuk mewujudkan Paskah Ekologis. Umat pasti kenal dan pernah memujikan PKJ 239 yang berjudul Perubahan Besar di Hidupku. Adapun syairnya sebagai berikut: Perubahan besar di kehidupanku sejak Yesus di hatiku; di jiwaku bersinar terang yang cerlang sejak Yesus di hatiku. Refr. Sejak Yesus di hatiku, sejak Yesus di hatiku, jiwaku bergemar, bagai ombak besar sejak Yesus di hatiku. Berdasarkan pujian diatas, pasti setiap umat pernah dan terus memiliki kerinduan untuk mengalami perubahan kearah yang positif bersama Tuhan Yesus. Pujian ini memiliki latar belakang cerita yang cukup menarik, misalnya, jika seseorang membiarkan Tuhan Yesus menguasai hatinya, pasti ada perubahan besar dalam hidupnya. Pengalaman iman tentang sebuah perubahan yang bermula dari hati, bersumber pada jiwa yang telah disentuh oleh kasih Yesus. Perubahan besar juga di alami oleh seorang yang buta sejak lahir. Ketika Tuhan Yesus sedang melakukan perjalanan, melihat ada seorang buta sejak lahir. Tuhan Yesus tergerak hatinya untuk melakukan kesembuhan kepada orang buta itu. Inilah bukti bahwa Tuhan Yesus adalah terang dunia. Terang dunia di rasakan oleh orang yang buta sejak lahir. Sejak lama orang buta ini tidak bisa melihat dunia yang terang. Hidup dan sakit seorang buta ini selalu di kaitkan dengan dosa orang tuanya. Tuhan Yesus meludah di tanah dan mengaduk tanah dengan ludahnya sehingga pada akhirnya mengoleskannya pada mata orang buta itu. Apa yang terjadi? Tuhan Yesus memberikan perintah kepada orang buta itu untuk pergi dan membasuh dirinya di kolam Siloam. Keajaiban terjadi ketika perintah Tuhan Yesus di laksankan dengan sepenuh hati. Seorang yang tadinya buta, tidak bisa melihat apapun bisa menjadi melek. Orang buta ini dari hati yang paling dalam mampu merespon dan bersaksi bahwa orang yang di sebut Yesuslah yang telah menyembuhkannya. Orang yang sembuh dari kondisi buta ini memperoleh keyakinan dan beriman kepada Tuhan Yesus. Orang buta ini tidak menolak perintah Tuhan Yesus tetapi sungguh percaya kepada Sang Terang dunia sejati. Kesembuhan seorang buta membawa dampak yang luar biasa bagi kehidupan orang Farisi dan Yahudi. Berdasarkan bacaan hari ini dan respon pujian dari KPJ 239, umat diajak untuk berkomitmen hidup dalam pertobatan ekologis. Umat diajak untuk melakukan pertobatan senantiasa dari diri sendiri mengenai lingkungan sekitar. Disamping itu, umat yang sudah mengalami perubahan besar bersama Tuhan Yesus, diajak untuk bergerak bersama membarui ciptaan Allah yang diciptakan-Nya dengan sungguh amat baik. Kiranya gerakkan umat menjadi sebuah kenyataan untuk merayakan paskah ekologis. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
🙏

Mari Berdoa

Tuhan, terima kasih atas firman-Mu yang menjadi pelita bagi langkah kami. Bantulah kami untuk menerapkan kebenaran ini dalam kehidupan sehari-hari. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa. Amin.

Renungan Lainnya Kembali ke Beranda