Ada sebuah lagu sekolah minggu yang cukup familiar. Liriknya demikian:
Dengar Dia panggil nama saya… Dengar Dia panggil namamu..
Dengar Dia panggil nama saya… Juga Dia panggil namamu…
Ku jawab Ya ya ya… Kujawab Ya ya ya…
Ku Jawab Ya Tuhan, Ku Jawab Ya Tuhan, Ku Jawa Ya…Ya…Ya…
Lagu ini tentu tidak asing di telinga kita. Ketika masih sebagai anak sekolah minggu atau remaja, menyanyikan lagu ini rasanya biasa-biasa saja, bawaannya senang saja.
Pertanyaan bagi kita, ketika sekarang kita sudah dewasa dan menyanyikan lagu tersebut, apakah perasaan yang sama masih muncul? Atau mulai banyak pertimbangan karena kesibukan dan tuntutan tanggungjawab kita? Keluarga, pekerjaan, tanggungjawab sosial di lingkungan, dan lain sebagainya menjadi bagian yang mewarnai pikiran dan perasaan kita ketika harus merespon panggilan Tuhan untuk melayani-Nya.
Saudara yang terkasih, bacaan hari ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi kita. Setidaknya ada 2 hal. Yaitu:
1. Tuhan Yesus mengasihi dunia ini. Karena kasih-Nya yang begitu besar akan dunia ini, IA berkenan hadir menjadi Juru Selamat sekaligus menjadi sahabat yang senantiasa membersamai umat-Nya. IA hadir menjadi terang di tengah kegelapan hidup umat-Nya. Di dalam Dia, setiap orang yang percaya beroleh jaminan penyelamatan. Hal ini juga menjadi pengharapan bagi kita sebagai orang percaya, bahwa dalam segala pergumulan yang kita hadapi, kita tidak sendiri, melainkan IA ada bersama dengan kita dalam menapaki dan menghadapi dinamika kehidupan kita, IA menerangi jalan agar langkah-langkah kita tetap teguh
2. Tuhan Yesus melibatkan umat-Nya. Dalam rangka mewujudkan kasih-Nya kepada dunia ini, IA melibatkan umat-Nya untuk menjadi murid yang taat dan tunduk pada perintah-Nya. Sebagaimana para murid pertama ketika dipanggil. Jika ditanya, mungkin mereka belum seutuhnya siap karena waktu itu peristiwanya sangat tiba-tiba. Namun karena kesadaran bahwa yang memanggil adalah Sang Mesias maka dengan penuh keyanikan mereka menerima panggilan tersebut. Hal ini kiranya juga menjadi peneguhan bagi kita bahwa melayani Tuhan adalah kesempatan dan panggilan dari Tuhan, bukan karena kemampuan dan kehebatan kita. Karena itu selagi masih ada kesempatan, pergunakanlah untuk melayani-Nya karena Dia sendirilah yang memanggilmu
Melalui dua hal pembelajaran kita ini, menolong kita untuk memahami tema ibadah hari ini. Dipanggil bersama-sama dimaksudkan bahwa panggilan untuk menghadirkan terang di dunia ini adalah bagi kita semua. Artinya, perwujudan cinta kasih di dunia ini menjadi tanggungjawab bersama-sama. Karena itu dibutuhkan keterbukaan dan kerendahan hati serta kemauan. Biarlah melalui renungan ini menolong kita untuk tetap dengan senang hati menjawab panggilan Tuhan dengan jawaban “ku jawab ya ya ya… ku jawab ya ya ya… ku jawab ya Tuhan, ku jawab ya Tuhan, ku jawab ya ya ya…” Amin.
🙏
Mari Berdoa
Tuhan, terima kasih atas firman-Mu yang menjadi pelita bagi langkah kami.
Bantulah kami untuk menerapkan kebenaran ini dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa. Amin.